Kamis, 18 Mei 2023

Kurikulum Merdeka

BAB 3

 KURIKULUM MERDEKA

A.    Selayang pandang kurikulum merdeka

Untuk mendukung visi pendidikan Indonesia dan sebagai bagian dari upaya pemulihan pembelajaran, Kurikulum Merdeka (sebelumnya dikenal dengan Kurikulum Prototipe) dikembangkan sebagai kerangka kurikulum yang lebih fleksibel yang berfokus pada konten esensial dan pengembangan karakter dan kompetensi. tentang siswa. 

Kurikulum Mandiri Belajar merupakan kebijakan yang dikeluarkan oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Ristek, yang tujuannya adalah untuk lebih mengembangkan kurikulum berdasarkan kurikulum yang sudah ada.

Munculnya kurikulum ini merupakan konsekuensi dari fenomena pandemi COVID-19 yang membawa banyak kendala dalam pembelajaran sehingga berdampak signifikan pada satuan pendidikan.

Menurut Buku Saku Kurikulum Merdeka, Kurikulum Merdeka Belajar adalah kurikulum dengan muatan pembelajaran yang beragam, dimana muatan pembelajarannya lebih optimal, sehingga peserta didik memiliki waktu yang cukup untuk memperkuat keterampilannya.

Dalam praktiknya, guru lebih leluasa dalam pemilihan bahan ajar, sehingga proses pembelajaran dapat disesuaikan dengan kebutuhan belajar dan minat siswa.

Selain itu, menurut Badan Standar Nasional Pendidikan, Kurikulum Belajar Bebas mengacu pada kurikulum yang dikaitkan dengan bakat dan minat dalam proses pembelajaran. Artinya, siswa dapat memilih mata pelajaran apa saja sesuai dengan kemampuan dan minatnya.

Hal itu disampaikan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbud Ristek) Nadiem Makarim sebagai bahan evaluasi perbaikan kurikulum 2013. 

B.     Karakteristik utama dari kurikulum ini yang mendukung pemulihan pembelajaran adalah:

1.    Fokus pada materi esensial sehingga pembelajaran lebih mendalam, Waktu lebih banyak      untuk pengembangan kompetensi dan karakter melalui belajar kelompok seputar konteks        nyata (Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila)

2.    Capaian pembelajaran per fase dan jam pelajaran yang fleksibel mendorong pembelajaran yang menyenangkan dan relevan dengan kebutuhan pelajar dan kondisi satuan pendidikan.

3.    Memberikan fleksibilitas bagi pendidik dan dukungan perangkat ajar serta materi pelatihan untuk mengembangkan kurikulum satuan pendidikan dan melaksanakan pembelajaran berkualitas.

4.     Mengedepankan gotong royong dengan seluruh pihak untuk mendukung implementasi Kurikulum Merdeka.

C.    Prinsip Pembelajaran dalam Kurikulum Merdeka

Kurikulum Merdeka mencakup tiga tipe kegiatan pembelajaran sebagai berikut:

1.    Pembelajaran intrakurikuler yang dilakukan secara terdiferensiasi sehingga peserta didik memiliki cukup waktu untuk mendalami konsep dan menguatkan kompetensi. Hal ini juga memberikan keleluasaan bagi guru untuk memilih perangkat ajar yang sesuai dengan kebutuhan dan karakteristik peserta didiknya.

2.    Pembelajaran kokurikuler berupa projek penguatan Profil Pelajar Pancasila,  berprinsip pembelajaran interdisipliner yang berorientasi pada pengembangan karakter dan kompetensi umum.

3.    Pembelajaran ekstrakurikuler dilaksanakan sesuai dengan minat murid dan sumber daya satuan pendidik.

Satuan pembelajaran menerjemahkan hasil belajar dengan membuat kurikulum fungsional dan RPP yang sesuai dengan kebutuhan belajar peserta didik dan karakteristik satuan pendidikan yang diberikan. Isi hasil belajar dapat dikuasai oleh guru sebagai mata pelajaran tersendiri, tematik, integratif atau sistem blok. 

Pembagian jam belajar dalam struktur kurikulum ditulis untuk total satu tahun dan dilengkapi dengan saran pembagian jam belajar, dengan ketentuan didistribusikan secara rutin/mingguan. 

D.    Pelaksanaan pembelajaran dalam Kurikulum Merdeka Pelaksanaan pembelajaran dalam Kurikulum Merdeka merupakan siklus yang melalui tiga tahapan berikut:

1. Asesmen diagnostik

Guru melakukan asesmen awal untuk mengenali potensi, karakteristik, kebutuhan, tahap perkembangan, dan tahap pencapaian pembelajaran murid. Asesmen umumnya dilaksanakan pada awal tahun pembelajaran, sehingga hasilnya dapat digunakan untuk melakukan perencanaan lebih lanjut terkait metode pembelajaran yang sebaiknya digunakan.

2. Perencanaan

Guru menyusun proses pembelajaran sesuai dengan hasil asesmen diagnostik, serta melakukan pengelompokan murid berdasarkan tingkat kemampuan.

3. Pembelajaran

Selama proses pembelajaran, guru akan mengadakan asesmen formatif secara berkala, untuk mengetahui progres pembelajaran murid dan melakukan penyesuaian metode pembelajaran, jika diperlukan. Pada akhir proses pembelajaran, guru juga bisa melakukan asesmen sumatif sebagai ​​proses evaluasi ketercapaian tujuan pembelajaran.

 

E.     6 Dukungan Implementasikan Kurikulum Merdeka Bagi Satuan Pendidikan

1.        Platform Merdeka Mengajar: Menyediakan beragam topik pelatihan tentang Kurikulum Merdeka hingga berbagai referensi Perangkat Ajar (Panduan, Capaian Pembelajaran dan Alur Tujuan Pembelajaran) serta sumber belajar lainnya yang bisa diakses secara mandiri maupun kelompok kapanpun dan dimanapun. 

2.        Seri Webinar (dari Pusat dan Daerah): Kemendikbudristek dan Unit Pelaksana Teknis di daerah menyelenggarakan seri webinar implementasi Kurikulum Merdeka untuk berbagi praktik baik maupun informasi terkini bagi guru, kepala satuan pendidikan dan unsur pemangku pendidikan. 

3.        Komunitas Belajar: Komunitas Belajar dapat memfasilitasi proses refleksi, belajar, dan berbagi bersama dalam mempelajari dan mengimplementasikan Kurikulum Merdeka Komunitas belajar dapat dibentuk bersama-sama oleh pendidik pada tingkat Satuan Pendidikan, Tingkat Daerah maupun Komunitas Daring. 

4.        Narasumber Berbagi Praktik Baik (Rekomendasi dari Pusat): Narasumber berasal dari pendidik yang telah mengimplementasikan Kurikulum Merdeka dan telah diseleksi. Narasumber berbagi praktik baik dapat dihubungi melalui Platform Merdeka Mengajar. 

5.        Mitra Pembangunan: Organisasi/ Lembaga/ Dunia Usaha/ Dunia Industri yang secara mandiri dan sukarela mendukung proses belajar komunitas di tingkat daerah dan/atau tingkat satuan
pendidikan. 

6.        Pusat Layanan Bantuan (Helpdesk): Pendidik dan kepala satuan pendidikan dapat menyampaikan pertanyaan dan mengkonfirmasi pemahaman melalui pusat layanan bantuan. Pusat layanan bantuan dapat diakses melalui WhatsApp: 0812 8143 5091.

 

F.      Tahapan Implementasi Kurikulum Merdeka Belajar

Pelaksanaan kurikulum belajar mandiri belum tentu lengkap dan serentak. Sesuai kebijakan Kemendikbud, satuan pendidikan diberikan keleluasaan dalam penerapan kurikulum mandiri ini.Bagi satuan pendidikan yang memilih menggunakan kurikulum yang berdiri sendiri, terdapat tiga pilihan pembelajaran dalam penerapan kurikulum ini, antara lain: 

1.        Kategori Mandiri Belajar

Kategori ini memberikan kebebasan kepada satuan pendidikan untuk menerapkan beberapa bagian dan prinsip kurikulum merdeka belajar, dengan tetap menggunakan kurikulum sebelumnya, yaitu kurikulum 2013 atau kurikulum 2013 yang disederhanakan/kurikulum darurat.

2.        Kategori Mandiri Berubah

Pada tahun ajaran 2022/2023, satuan pendidikan mulai menerapkan kurikulum merdeka belajar, menggunakan perangkat ajar yang disediakan dalam PMM sesuai jenjang satuan pendidikan yaitu perangkat ajar untuk PAUD, kelas I, kelas IV, kelas, VII, dan kelas IX

3.        Kategori Mandiri Berbagi

Satuan pendidikan dipersilakan untuk menerapkan kurikulum merdeka belajar diikuti dengan pengembangan mandiri berbagai perangkat ajar pada satuan pendidikan anak usia dini (PAUD), kelas I, kelas IV, kelas VII, dan kelas IX mulai tahun ajaran 2022/2023.

  Keunggulan Kurikulum Merdeka Belajar

Keunggulan yang didapatkan dengan menggunakan kurikulum merdeka belajar antara lain sebagai berikut:

1.    Materi yang disampaikan dan dipelajari menjadi lebih sederhana, mendalam, dan berfokus pada materi yang esensial. Hal ini tentu membuat peserta didik dapat belajar secara lebih dalam tanpa diburu-buru oleh waktu.

2.    Guru lebih merdeka karena bisa mengajar sesuai dengan tahap capaian dan perkembangan peserta didik.

3.    Sekolah memiliki hak dan wewenang dalam mengembangkan kurikulum sesuai dengan satuan pendidikan dan peserta didik.

4.    Karena bersifat lebih relevan dan interaktif, proses pembelajaran lebih memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk lebih aktif dan dapat mengeksplorasi isu-isu aktual.

Wujud sesungguhnya dari pelaksanaan pembelajaran mandiri, di dalamnya terdapat kegiatan performance yang dapat mengembangkan rasa percaya diri dan keterampilan berbicara siswa. Bagi siswa untuk membuat presentasi yang menarik dan informatif, mereka mungkin memerlukan template PowerPoint gratis yang membuat presentasi lebih hidup dan interaktif. Selain itu tentunya yang terpenting adalah persiapan untuk memahami materi.

Demikian informasi terkait kurikulum belajar mandiri yang dapat disampaikan. Semoga ulasan di atas dapat menambah pengetahuan kita dan membuat kita lebih terbuka untuk mengembangkan hal-hal baru dalam bidang pendidikan. 

Rabu, 17 Mei 2023

Paradigma pendidikan

Bab 2

Paradigma pendidikan

Menurut Badan Standar Nasional Pendidikan ( 2010 : 6 ) Paradigma pendidikan mengklaim sebagai suatu cara pandang dan proses pemahaman pendidikan nasional berupa pengamatan dan proses yang mencari cara untuk mengatasi masalah yang muncul .

Sistem pembelajaran paradigma pendidikan lama menggambarkan siswa sebagai objek pembelajaran , bukan individu yang secara aktif membangun pengetahuan dan menemukan makna dalam pembelajarannya sendiri . Sekolah seolah menjadi lembaga tertutup dengan batasan sistem yang sangat jelas .  

Pendidikan era dulu menyajikan pembelajaran dari sudut pandang guru sebagai pelaku utama pendidikan. Guru mendesain pembelajaran dari cara dia melakukan pembelajaran. Tujuan dari pembelajaran mengacu dari apa yang ingin di capai oleh guru dalam pembrlajaran. Siswa berperan sebagai alat dalam mencapai tujuan yang ingin di capai oleh guru.

Dalam hal ini guru mengacu pada tuntutan dari kurikulum yang di sajikan. Guru mendesain pembelajaran agar tercapai dari tujuan kurikulum yang ada dengan sedikit sekali melihat dari sudut pandang siswa.Guru mendesain pembelajaran dengan mempertimbangkan aspek di luar dari diri siswa. Kebutuhan siswa di libatkan,tetapi masih sedikit sekali porsi atau perannyan. Sebagai contoh dalam menentukan metode dan strategi pembelajaran,guru lebih mengutamakan bagaimana kenyamanan dan kemudahan guru dalam menyajikan pembelajaran.

Begitu juga dengan penilaian. Penilaian lebih mengedepankan aspek kognitif yang di munculkan dalam bentuk angka -angka daripada aspek peningkatan kemampuan siswa secara menyeluruh. Guru lebih memfokuskan diri dengan bagaimana caranya memunculkan angka angka yang fantastis sebagai penggambaran atas tumbuh kembang anak.

Dalam proses pembelajaran , guru menjadikan diri mereka sebagai sumber utama pembelajaran. Segala pengetahuan dan ketrampilan hanya bersumber dari guru. Keterlibatan sumber lain sangat minim di lakukan karena itu akan memberi guru "pekerjaan tambahan" untuk meramu sumber sumber lain menjadi sumber belajar siswa.

Begitu juga dalam penerapan aturan dalam rangka membentuk karakteristik kedisiplinan dalam diri siswa,guru memberikan hukuman dengan harapan memberikan efek jera pada anak dan seringkali melewatkan dampak dari hukuman tersebut pada anak. Hal tersebut tidak salah ,hanya saja banyak cara yang bisa di lakukan untuk itu dengan tetap mempertimbangkan perasaan dan kenyamanan pada siswa.

Guru beranggapan bahwa siswa adalah lahan kosong yang bisa di bentuk dan di warnai sesuai kreasi guru,padahal dalam perspektif islam Allah sudah menjelaskan dalam alquran bahwa anak lahir dalam kondisi istimewa dalam dirinya.mereka hadir dengan segala potensi kebaikan,bakat dan minat yang berbeda satu dengan yang lainnya sehingga mereka juga harus mendapat perlakuan yang berbeda.

Apakah hal - hal tersebut adalah hal salah?

Tentu tidak,hal hal tersebut baik di terapkan pada masanya.

Dewasa ini seperti yang kita tahu dunia sudah berkembang dengan begitu pesatnya sehingga kita juga harus berproses dan berkembang agar tidak tergilas oleh kemajuan jaman.

Obyek dari pendidikan adalah manusia dengan keunikan antara yang satu dengan yang lainnya. Sehingga guru dan orang tua juga harus terus belajar agar dapat membersamai tumbuh kembang anak sesuai dengan jamannya. Berbagai metode dan kurikulum lampau tidak kalah hebat pada masanya,tetapi guru dan orang tua juga harus terus melaju maju untuk menyiapkan lingkungan pendidikan yang kondusif bagi anak.

Salah satu hal yang harus kita perbaiki dan terus kembangkan adalah sudut pandang kita selaku pelaku pendidikan terhadap pendidikan itu sendiri. Kita selaku orang tua dan guru harus berani membuka diri untuk terlebih dahulu merubah diri kita dan terus menambah kemampuan dan ketrampilan kita guna menghadirkan ekosistem pembelajaran yang kondusif buat anak.

Anak adalah pelaku utama yang akan menerima imbas dan dampak dari hasil pendidikan sehingga segala kebutuhan untuk tumbuhkembangnya harus menjadi pertimbangan pertama dalam pengambilan segala keputusan dan kebijakan dalam rangka pengajaran dan pendidikan.

Sumber belajar bisa berasal dari mana saja,bukan hanya guru karena sejatinya siswa atau anak anak kita lahir dengan kecerdasan ,bakat dan minat serta kemampuan yang sudah Allah berikan kepada mereka sehingga pendidikan dan pengajaran hanya sebagai fasilitas bagi mereka untuk menumbuhkembangkan potensi yang ada agar tumbuh dengan optimal guna bekal mereka menghadapi kehidupan mereka.

Pendidikan

 PENDIDIKAN DALAM PERSPEKTIF ISLAM

BAB 1

PENGERTIAN PENDIDIKAN

  • PENDIDIKAN DALAM PERSPEKTIF ISLAM

Dalam pandangan Islam, manusia adalah makhluk ciptaan Allh yang di hadirkan di dunia ini dalam keadaan yang paling baik dibandingkan dengan makhluk lainnya (QS Al-Tin [95]:4). Dalam proses penciptaan, sebagaimana disebutkan dalam beberapa ayat Al-Qur'an, manusia diciptakan melalui dua proses atau peristiwa penciptaan yaitu proses fisik atau materi dan proses non fisik atau non materi. Dalam proses fisik (materi), manusia melewati 5 tahap perkembangan, yaitu: Nutfah, 'alaqoh, mudlghoh, 'idham dan Lahm sekitarnya  'idham atau mengikuti bentuk kerangka menggambarkan bentuk manusia (QS Al-Mu'minun [23]:12-14; QS Al-Hajj [22]:5; QS Al-Mu'min/Ghafir [40]:67). Sedangkan dalam proses non fisik (immaterial) penciptaan manusia melewati fase penting yaitu fase dimana Tuhan meniupkan ruh manusia ke dalam atau dari fisik atau tubuh manusia (QS As-Sajdah [30]:8-9). Keunggulan manusia berasal dari adanya potensi, sifat dan kebijaksanaan yang besar dan unik, baik jasmani maupun rohani. Tentunya manusia harus mewujudkan segala kepentingannya dan mengembangkan potensi fitrahnya dalam kehidupan sehari-hari, yang selanjutnya dipertanggung jawabkan kepada Allah di akhirat nanti. Hakikat manusia adalah kekuatan atau kemampuan (potensi tersembunyi) yang melekat pada manusia sejak awal, komitmen terhadap nilai-nilai, keyakinan padanya, mencari kebenaran (hanif) dan Potensi adalah ciptaan Tuhan. Sifat manusia adalah bawaan sejak lahir karena manusia memiliki sifat kreatif (fitrah mukhollaqah).Pada saat lahir, manusia tidak memiliki pengetahuan sedikitpun. Dalam Al-Qur'an (QS An-Nahl [16]:78), Allah SWT berfirman: 

Artinya: Dan Allah mengeluarkan kamu dari perut ibumu dalam keadaan tidak mengetahui sesuatupun, dan Dia memberi kamu pendengaran, penglihatan dan hati, agar kamu bersyukur”

Dikatakan dalam sebuah hadits: “Tidaklah dilahirkan seorang anak, melainkan atas fitrah …” (H.R.Muslim). Di antara tipe-tipe habitat manusia, terdapat 13 tipe habitat manusia yang sangat penting, yaitu:(1) Hakikat agama, (2) Hakikat akal, (3) Hakikat kesucian dan kebersihan, (4) Hakikat akhlak atau akhlak, (5) Hakikat kebenaran; (6) keadilan, (7) persamaan dan persatuan, (8) sifat individual, (9) sifat sosial, (10) sifat seksual, (11) sifat ekonomi, (12) sifat politik, dan (13) sifat artistik. Sifat manusia yang berbeda ini harus dikembangkan secara optimal dan seimbang.

Ketika perkembangan alami terjadi, ketidakharmonisan dan/atau krisis secara alami muncul dalam kehidupan manusia. Pembinaan Karakter Ciptaan (Fitrah Mukhollaqah) dimaksudkan untuk menjaga keterikatan manusia dengan perjanjian dengan Tuhan sebelum proses penciptaan dilakukan. Dalam hal ini, Allah menurunkan agama sebagai Fitrah Munazzalah atau sebagai barometer apakah manusia masih konsisten dan berkomitmen pada misi kemanusiaannya sebagai wakil Allah di muka bumi. 

Berdasarkan penjelasan tersebut dapat disimpulkan bahwa manusia dilahirkan dengan potensi dasar (kodrat) yang pada dasarnya baik. Namun potensi tersebut dapat berkembang sesuai dengan lingkungan yang membentuknya. Potensi dasar seseorang berkembang dengan baik apabila lingkungan tempat munculnya potensi tersebut baik dan sebaliknya.

Dari uraian di atas dijelaskan bahwa berbagai kemampuan yang harus dimiliki seseorang tidak dibawa sejak lahir, tetapi diperoleh setelah lahir saat ia menuju kedewasaan. Selain itu , seseorang dapat memperoleh keterampilan ini dengan bantuan pihak lain.  Kondisi tersebut bisa di dapat dalam bentuk pendidikan, pengajaran, pelatihan, pendampingan dan masih banyak kegiatan lainnya yang dapat dirangkum dalam istilah pendidikan. Di sisi lain, yang bersangkutan juga harus belajar atau menjalani pelatihan lebih lanjut. Mengapa orang membutuhkan pendidikan lanjutan? Karena dalam keberadaannya, orang yang harus “menciptakan/membuat” dirinya pada hakekatnya adalah orang itu sendiri. Sebaik dan sekuat apa pun usaha pihak lain (pendidik) bagi seseorang (siswa) untuk membantunya, menjadi seseorang, tetapi jika orang itu tidak mau melanjutkan pendidikannya, maka usaha membantu itu tidak menambah kemungkinan. orang itu menjadi seseorang. Apalagi perkembangan dan peningkatan kehidupan manusia diserahkan kepada setiap orang sejak lahir, tanpa pendidikan orang lain dan tanpa upaya pendidikan diri dari orang yang bersangkutan, maka kemungkinan besar ia akan hidup begitu saja. berdasarkan insting mereka. 

  • PENDIDIKAN MENURUT KI HAJAR DEWANTARA

Pendidikan adalah upaya untuk memajukan bertumbuhnya pendidikan budi pekerti (kekuatan batin dan karakter), pikiran, serta tubuh anak. Ki Hajar Dewantara menjabarkan bahwa tujuan pendidikan terbagi menjadi tiga, yaitu :Membentuk budi didik yang halus pada pekerti peserta Meningkatkan kecerdasan otak peserta didik,Mendapatkan kesehatan badan pada peserta didik,Untuk mencapai tujuan pendidikan tersebut, maka pendidikan harus memiliki kesatuan konsep yang jelas, meliputi : Ing Ngarsa Sung Tuladha: sebagai guru atau pendidik harus bisa menjadi teladan untuk semua peserta didik.

Ing Madya Mangun Karsa: pendidik mampu menciptakan ide bagi peserta didik.

Tut Wuri Handayani: pendidik harus mampu memberikan motivasi dan arahan untuk peserta didik.

Ketiga hal tersebut merupakan semboyan Ki Hajar Dewantara. Sesuai dengan tujuan pendidikan, peserta didik harus melalui proses umum yang dapat melalui jalur pendidikan formal maupun informal. Menurut peraturan pemerintah Undang-Undang Sisdiknas No. 2 Tahun 1989, siswa sekarang belajar selama sembilan tahun, terdiri dari program enam tahun di sekolah dasar dan tiga tahun di sekolah menengah. ( LMS guru penggerak angakatan 04).

  • KESIMPULAN

Secara umum, konsep pendidikan adalah proses memperoleh pengetahuan, keterampilan atau hal-hal lain yang secara terus menerus diwariskan dari satu generasi ke generasi berikutnya. Pembelajaran ini berlangsung dengan berbagai cara, misalnya melalui pengajaran, pelatihan dan juga penelitian 

Definisi lain dari pendidikan adalah kerja sadar, sistematis yang menciptakan suasana belajar dan mengajar di mana siswa dapat mengembangkan potensinya. Dengan pendidikan ini seseorang dapat memperoleh kecerdasan, akhlak mulia dan sifat-sifat lainnya.

Jadi, konsep pendidikan adalah pembelajaran yang diberikan kepada siswa. Melalui pembelajaran, siswa memahami suatu konsep atau sesuatu secara utuh dan menjadi lebih kritis dalam berpikir. Kecerdasan dan potensi yang meningkat memungkinkan siswa dapat memiliki pengetahuan dan kreativitas, sehat jasmani dan rohani, memiliki kepribadian yang baik, dan bertanggung jawab ketika menjadi anggota masyarakat. 

Jadi dengan proses pendidikan dan pengajaran siswa atau seorang invidu dapat meningkatkan segala potensi kebaikan dalam dirinya. Potensi kebaikan tersebut hadir dan melekat dalam diri siswa atau individu sejak lahir atas berkat dan anugrah dari Allah SWT. Dengan kebaikan dalam diri anak tersebut, pendidikan di harapkan dapat menghantarkan anak menjadi pribadi yang dapat menjalankan perannya sebagai khalifah di muka bumi serta mendapat derajat kebaikan di hadapan Allah SWT sesuai dengan janji NYA.

Pendidikan menyediakan ekositem yang dapat membantu anak menumbuhkan segala potensi kebaikan dalam dirinya, sehingga anak dapat mengembangkan kemampuan dan ketrampilannya sesuai dengan bakat, minat dan kemampunannya sehingga kelak ia akan menjadi manuasi yang bahagia dan sejahtera serta beruntung di dunia dan akherat sesuai dengan janji Allah SWT.

Dengan proses pendidikan yang tepat anak dapat merdeka secara lahir dan batin sehingga ia dapat bertumbuhkembang dengan baik dan optimal.

Ied qurban setelah engkau pergi

 Sholat ied pertama tanpamu,kami baik baik saja.Hati terasa perih bagai disayat sayat tapi kami mampu. Tenang ya di sana,kami pasti bisa.kam...